kaidah matematika dalam operasi himpunan
PenyajianHimpunan Penyajian Himpunan . cara daftar A = {1,2,3,4,5} berarti himpunan A beranggotakan bilangan-bilangan bulat positif 1,2,3,4, dan 5. cara kaidah A = {x; 0 < x < 6} berarti himpunan A beranggotakan obyek x, dimana x adalah bilangan-bilangan bulat positif yang lebih besar dari nol tetapi lebih kecil dari enam.
Operasidi Himpunan Matematika. Dalam teori himpunan, operasi himpunan dilakukan ketika dua atau lebih himpunan digabungkan untuk membentuk himpunan tunggal di bawah beberapa kondisi tertentu. Operasi dasar pada Himpunan adalah: Persatuan Himpunan; Persimpangan Himpunan; Sebuah pelengkap dari satu Himpunan; Produk himpunan Cartesian. Tetapkan perbedaan
Himpunanadalah suatu kumpulan/ koleksi dari objek-objek sebarang. Cara pengumpulan obyek-obyek itu biasanya berdasarkan sifat/keadaan mereka yang sama, ataupun berdasarkan suatu aturan tertentu / yang di tentukan. Contoh : • Himpunan yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Jakarta • Himpunan dari senua bilangan asli yang lebih besar dari 9 • Himpunan yang terdiri dari ayam, bebek dan sapi. Te
TeoriPeluang dan Teori Himpunan. Added 04.48, Standar Kompetensi Teori Peluang terdiri dari dua (2) Kompetensi Dasar. Pada penyajian dalam buku ini, setiap Kompetensi Dasar memuat Tujuan, Uraian materi, Rangkuman dan Latihan. Kompetensi Dasar dalam Standar Kompetensi ini adalah Kaidah Pencacahan, Permutasi dan Kombinasi, dan Peluang Suatu
Sekolah maupun Kuliah tidak mengajarkan apa yang harus kita pikirkan dalam hidup ini. Mereka mengajarkan kita cara berpikir logis, analitis dan praktis." - Azis White -
Tchat Rencontre En Ligne Sans Inscription. Home » » TUGAS PPRESENTASI 2 Operasi himpunan dan Kaidah-kaidah matematika dalam pengoperasian TUGAS MATEMATIKA PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG DISUSUN OLEH 1. 2. 3. 4. 5. TAHUN AJARAN 2014/2015 KATA PENGANTAR Sebagai pedoman bahwa terselesaikannya makalah ini, saya mengucap syukur atas karunia terhadap Tuhan yang maha Esa, atas karunia dan Rahmatnya saya dapat menyelesaikan maakalah inni dengan tepat waktu deengan sesuai yang di harapkan. Makalah ini di susun berdasarkan ketentuan yang telah dirancangg sesuai syarat standar pendidikan. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dosen yang memberiikan tugas ini sebagai didikan yang nantinya dapat mmembemtuk karakter saya. Atas kekurangan kata-kata, penyampaian maupun penyusunan makalah ini saya mohon maaf . Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini dapat sempurna. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih. Malang,22 september 2014 penulis Pendahuluan Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang terdapat dalam kehidupan sehari hari. Salah satu ilmu yang dapat di pelajari dari matematika adalah himpunan. Himpunan merupakan ilmu matematika yang sangat penting dalam kehidupan sehari hari. Himpunan sangat erat hubungannya dalam setiap aspek kehidupan pentingnya mempelajari materi ini, agar kita mengerti masalah kehidupan serta penyelesaiannya dalam konsep matematika. Dalam makalah ini kita akan membahas dan mempelajari himpunan serta operasi-operasinya . Dalam pembelajaran ini kita akan mengetahui tentang apa itu himpunan dan operasi penyelesaiannya. Setelah mempelajari materi ini, kita di harapkan dapat mengerti dan mempuyai wawasan tentang apa yang telah kita pelajari dalam materi ini. Semoga makalah ini memberikan manfaat positif bagi kita semua, sehingga tujuan negara dapat tercapai. Operasi Himpunan Jenis Operasi Hukum dan sifat-sifat Operasi 1 Gabunan Union A U B = B U A disebut sifat komutatif gabungan A U B U C = A U B U C disebut sifat asosiatif gabungan A U Ø = A A U U = U A U A = A A U A’ = U Disebut sifat komplemen gabungan 2 Irisan intersection A W B = B W A disebut sifat komutatif irisan A W A = A A W = Ø A W U = A A W A’ = Ø disebut sifat komplemen irisan A W B W C = A W B W A disebut sifat asosiatif irisan 2 Distributif A U B W C = A U B W A U C; disebut sifat distributif gabungan terhadap irisan. A W B U C = A W B U A W C; disebut sifat distributif irisan terhadap gabungan. 3 Selisih A – A = Ø A – Ø = A A – B = A W B’ A – BUC = A – BW A – C A – B W C = A – BUA – C 4 Komplemen A’’ = A U’ = Ø Ø’ = U AUA’ = U AWA’ = U AWA’= Ø 5 Banyaknya Anggota nA + nB K nAUB nAUB = nA + nB – nAWB nAUBUC = nA + nB + nC – nAWB – nBWC – nCWA + nAWBWC nA + nB = nAUB + nAWB nA + nB + nC =nAUBUC + nAWB + nAWC + nBWC – nAWBWC Kaidah Matematika dalam Operasi Himpunan 1. Kaidah Idempoten A È A = A A Ç A = A 2. Kaidah Asosiatif A È B È C = A È B È C A Ç B Ç C = A Ç B Ç C 3. Kaidah Komutatif A È B = B È A A Ç B = B Ç A 4. Kaidah Distributif A È B Ç C = A È B Ç A È C A Ç B È C = A Ç B È A Ç C ______ _ _ ______ _ _ 5. Kaidah De Morgan A È B = A Ç B A Ç B = A È B 6. Kaidah Identitas A È Ø = A A Ç Ø = Ø A È U = U A Ç U = A _ _ 7. Kaidah Kelengkapan A È A = U A Ç A = Ø __ _ _ A = A U = Ø dan Ø = U
0% found this document useful 0 votes6K views6 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes6K views6 pagesKaidah Matematika Dalam Operasi HimpunanJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian himpunan sebagai kumpulan-kumpulan objek atau benda yang dapat didefinisikan dengan jelas. Dalam perjalanannya, dua himpunan atau lebih ini dapat dioperasikan sehingga menghasilkan himpunan baru. Konsep ini kemudian dikenal sebagai operasi himpunan. Operasi himpunan sendiri tidak terlepas dari himpunan semesta, yakni himpunan yang berisi semua elemen himpunan atau superset dari setiap himpunan. Secara garis besar, ada operasi himpunan yang perlu diketahui, termasuk gabungan, irisan, selisih dan komplemen. Nah, apa sih yang membedakan keempat operasi ini? Berikut penjelasan mengenai keempat operasi himpunan yang dimaksud 1. Gabungan dua himpunan Operasi himpunan pertama yang akan kita bahas disini adalah gabungan. Gabungan dari dua himpunan A dan B adalah himpunan yang terdiri dari semua anggota himpunan A dan himpunan B, dimana anggota yang sama hanya ditulis satu kali. A gabungan B ditulis A ∪ B = {xx ϵ A atau x ϵ B} Contoh A = {1, 2, 3, 4, 5} B = {2, 4, 6, 8, 10} A ∪ B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10} 2. Irisan dua himpunan Irisan dua himpunan A dan B adalah himpunan dari semua anggota himpunan A dan B yang sama. Dengan kata lain, himpunan yang anggotanya ada di kedua himpunan tersebut. Baca juga Pengertian Himpunan dan Jenis-jenisnya Contoh A = {a, b, c, d, e} dan B = {a, c, e, g, i} Pada kedua himpunan tersebut ada tiga anggota yang sama, yaitu a, c, dan e. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa irisan himpunan A dan B adalah a, c, dan e atau ditulis dengan A ∩ B = {a, c, e} A ∩ B dibaca himpunan A irisan himpunan B. 3. Selisih Dua himpunan Operasi himpunan berikutnya adalah selisih dua himpunan. Selisih dua himpunan A dan B adalah himpunan dari semua anggota himpunan A tetapi tidak dimiliki himpunan B. A selisih B ditulis A-B = {xx ϵ A atau x Ï B} Contoh A = {a, b, c, d, e} B = {a, c, e, g, i} A-B = {b, d} 4. Komplemen Komplemen dari A adalah himpunan semua elemen dari S yang tidak ada di himpunan A. Komplemen A ditulis A1 atau Ac = {xx ϵ S atau x Ï A} Contoh A= {1, 3, …, 9} S = {bilangan ganjil kurang dari 20} Ac = {11, 13, 15, 17, 19} Contoh soal operasi himpunan Jika diketahui A = {a, b, c, d, e} B = {a, c, e, g, i} C = {b, c, e, f, g} Tentukanlah a. A ∩ B b. A ∩ C c. B ∪ C d. A ∪ B ∪ C Jawab a. A ∩ B = {a, c, e} b. A ∩ C = {b, c, e} c. B ∪ C = {a, b, c, e, f, g, i} d. A ∪ B ∪ C = {a, b, c, d, e, f, g, i} Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsGabunganHimpunanirisanKelas 7komplemenMatematikaOperasi Himpunanselisih
0% found this document useful 0 votes1 views4 pagesOriginal Titlekaidah-matematika-dalam-operasi-himpunan[1]Copyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1 views4 pagesKaidah Matematika Dalam Operasi HimpunanOriginal Titlekaidah-matematika-dalam-operasi-himpunan[1]Jump to Page You are on page 1of 4 Gnbn ? Viswlyl Gpb. ? 04>>644;;Trlji. ? Tkr`ngcng Vynrinm Vkbkstkr 6BC. ? Bntkbnticn isgis N. TkghkrtingBntkbnticn isgis njnanm bkbpkanonri tkgtngh pkgkrnpng iabu bntkbnticn jnanb pkgykaksning `kr`nhi pkrbnsnanmng `isgis. Ckbnbpung ngnaisis jng `krpicir alhis jnanb bntkbnticn jnpnt bkb`ngtu bkbkfnmcng pkrslnang `isgis. Tkgtighgyn Tkghktnmung Eughsi Bntkbnticn ugtuc KclglbiCkonjing-ckonjing kclglbi snaigh `krmu`ughng jng snaigh bkbpkghnrumi skpkrti ? Mu`ughng pkgjnpntng jkghng pkghkaunrng ugtuc clgsubsi Mu`ughng mnrhn jkghng pkrbigtnng `nrngh Mu`ughng inyn Trlblsi jkghng Mnsia Tkgounang Mu`ughng Igvkstnsi jkghng Tkgjnpntng gnsilgnaJkghng jkbicing citn jnpnt bkancucng ? Tkru`nmng ‖ pkru`nmng yngh tkronji Tkrnbnang ntnu Tkrcirnng Bkghucur Tkghnrum k`krnpn Flgtlm Tkghhugnng BntkbnticnTkghhugnng Jnanb Vtntistic Kclglbi ? - Bkbnmnbi rubus-rubus stntistic - Bkbnmnbi tklri pkghuoing mipltksis - Bkbnmnbi clgskp tklri mnrnpng - Bkbnmnbi ngnaisn rkhrksiTkghhugnng Aigknr Trlhrnbbigh ? - Bncsibub bigibub - Bntrics jng jktkrbigng > MIBT[GNG 0.>. Tkghkrting jng Tkgynoing MibpugngMIBT[GNG njnanm Vuntu jnetnr jnri skcubpuang l`ykc yngh bkbpugyni firi-firi tkrtkgtu. L`ykc yngh njn jnanb mibpugng jnpnt `krupn ? ianghng, Gnbnlrngh, Murue, Gnbn cltn, js`. L`ykc yngh njn jnanb mibpugng jisk`utKakbkg ntnu [gsur ntnu `insngyn jituais jnanb murue `ksnr, skpkrti? N, , F, J, ], Y….,Vkjnghcng nghhltn mibpugng jituais jnanb murue ckfia, skpkrti ? n, `, f, j, x,y….Fnrn bkguais mibpugng ? >.Jkghng fnrn bkgjnetnr nghhltn mibpugnggynFlgtlm ? N 2 { n, `, f, j } nrtigyn mibpugng N bkbpugyni nghhltnynitu n, `, f, jng fnrn bkgkgtucng suntu nturng pkrgyntnng Flgtlm ? Vuntu mibpugng yngh `krnghhltncng x skjkbicing rupnskmighhn x njnanm `ianghng hngoia >, 6, ;, 8, ………jst, jituais jkghng ? 2 { x x `ianghng hngoia }T 2 { x x bnmnsiswn pkgkribn `knsiswn }Vuntu l`ykc yngh bkrupncng nghhltn mibpugng jituais jkghngx Ç . Vuntu l`ykc yngh `ucng bkrupncng nghhltn mibpugng jituaisjkghng x Ì Mibpugng N jicntncng snbn jkghng mibpugng , oicn ckjungynbkbpugyni nghhltn yngh snbn, bncn ncng jituais N 2 Jnpnt tkronji `nmwn suntu mibpugng tijnc bkbpugyni nghhltnsnbn skcnai. Mibpugng tkrsk`ut jignbncng mibpugng clslgh ntnumibpugng gla, ji`kri anb`ngh 2 Å ntnu 2 { }. Mibpugng clslghbkrupncng mibpugng `nhing jnri sktinp mibpugng. Flgtlm ? C 2 { 6 }mibpugng igi mngyn bkbiaici sntu nghhltn ynitu nghcn 6. Mibpugng `nhing yngh jibiaici lakm mibpugng C njnanm skbun mibpugng yngh `krnghhltncng nghcn 6 jng skbun mibpugng clslgh. 0 Bisnacng mibpugng ^ 2 { n, ` }, bncn mibpugng `nhinggynnjnanm ? N 2 { n }, 2 { ` }, F 2 { n, ` }, jng J 2 { } onji oubanmmibpugng `nhing yngh jibiaici lakm mibpugng ^ 2 { n, ` } njn mibpugng. [gtuc bkghmitugh oubanm mibpugng `nhing yngh jibiaici lakmsuntu mibpugng yngh bkbiaici g nghhltn jnpnt jirubuscng ? 0 g Lpkrnsi MibpugngAnb`ngh-anb`ngh jnanb Zklri Mibpugng jng nrtigyn GlAnb`nghNrtiFlgtlm Tkghhugnng>. \ N [ ÝNghhltnkakbkgtmibpugng `nhingsu`skthn`ughngugilgirisngigtkrskftilgskaisim `ucng Nclbpakbkgmibpugng ugivkrsnamibpugng clslgh x Ç N ? l`ykc x njnanm nghhltn jnri mibpugng N N Á ? N njnanm mibpugng `nhing jnri N Í ? hn`ughng ngtnrn N jng N È ? irisng ngtnrn N jng N - ? skaisim ngtnrn mibp N jicurnghi mibp N 2 `ianghng plsitie N 2 `ianghng gkhntie Vkaurum n`onj jnri n snbpni zVkaurum pkgjujuc ji juginVuntu fnrn skjkrmngn ugtuc bkghhnb`nrcng mu`ughng ngtnr mibpugng njnanm bkghhugncng Jinhrnb Ukgg ‖ Kuakr Cnijnm Bntkbnticn jnanb Lpkrnsi Mibpugng 6 Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
1. Irisan Intersection Notasi A⋂B = { x x ∈ A dan x ∈ B } Contoh Jika A = {2, 4, 6, 8, 10} dan B = {4, 10, 14, 18}, maka A⋂B = {4, 10}Jika A = { 3, 5, 9 } dan B = { -2, 6 }, maka A⋂B = ∅. Artinya A // B 2. Gabungan Union Notasi A⋃B = { x x ∈ A atau x ∈ B } Contoh Jika A = { 2, 5, 8 } dan B = { 7, 5, 22 }, maka A ⋃ B = { 2, 5, 7, 8, 22 }A⋃∅ = A 3. Komplemen Complement Notasi Ā = { x x ∈ U, x ∉ A } Contoh Misalkan U = { 1, 2, 3, …, 9 } jika A = {1, 3, 7, 9}, maka A = {2, 4, 6, 8}jika A = { x x/2 ∈ P, x < 9 }, maka A = { 1, 3, 5, 7, 9 } 4. Selisih Difference Notasi A – B = { x x ∈ A dan x ∉ B } = A ⋂ Bc Contoh Jika A = { 1, 2, 3, …, 10 } dan B = { 2, 4, 6, 8, 10 }, maka A – B = { 1, 3, 5, 7, 9 } dan B – A = ∅{1, 3, 5} – {1, 2, 3} = {5}, tetapi {1, 2, 3} – {1, 3, 5} = {2} 5. Beda Setangkup Symmetric Difference Notasi A ⨁ B = A⋃B – A⋂B = A – B⋃B – A Contoh Jika A = { 2, 4, 6 } dan B = { 2, 3, 5 }, maka A ⨁ B = { 3, 4, 5, 6 } TEOREMA 2. Beda setangkup memenuhi sifat-sifat berikut A ⊕ B = B ⊕ A hukum komutatifA ⊕ B ⊕ C = A ⊕ B ⊕ C hukum asosiatif 6. Perkalian Kartesian Cartesian Product Notasi A × B = {a, b a ∈ A dan b ∈ B } Contoh Misalkan C = { 1, 2, 3 }, dan D = { a, b }, maka C × D = { 1, a, 1, b, 2, a, 2, b, 3, a, 3, b }Misalkan A = B = himpunan semua bilangan riil, maka A × B = himpunan semua titik di bidang datar Catatan! Jika A dan B merupakan himpunan berhingga, maka A × B = A Ba, b ≠ b, a.A × B ≠ B × A dengan syarat A atau B tidak A = ∅ atau B = ∅, maka A × B = B × A = ∅ Materi Lengkap Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Matematika Diskrit – Himpunan, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut. Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini
kaidah matematika dalam operasi himpunan